Pada umumnya orang lebih memilih untuk melakukan renovasi rumah pada saat musim panas. Hal itu dikarenakan curah hujan yang tinggi bisa saja menghambat pengerjaan suatu bangunan. Tapi bagaimana seandainya anda benar-benar harus melakukan renovasi rumah anda di musim hujan?

renovasi saat hujan

Tentunya renovasi rumah di musim hujan itu bisa sangat merepotkan jika anda tidak melakukan antisipasi. Untuk itu kami akan memberikan beberapa tips renovasi rumah yang bisa anda pergunakan saat musim hujan.

Pasang Atap Darurat

Atap darurat ini bisa membantu anda menyimpan material bahan bangunan agar tidak dirusak oleh air hujan. Kalau anda merasa solusi ini terlalu mahal; anda bisa membeli terpal yang sangat besar untuk menutupi lokasi konstruksi yang sedang dikerjakan.

Manfaatkan Sifat-Sifat Material

Beberapa material sama sekali tidak bermasalah jika terkena air hujan. Material seperti batu bata bisa anda tempatkan tanpa naungan sama sekali, karena material ini tidak akan rusak terkena air hujan.

Pilih Bahan Yang Tepat

Saat musim hujan tiba, maka anda memerlukan material-material basah yang cepat kering. Anda harus memperhatikan hal-hal seperti ini sebelum memutuskan cat exterior rumah yang akan anda beli. Jika tidak, maka pengerjaan cat exterior rumah anda bisa sangat berantakan saat cat belum kering dan hujan deras turun.

Membuat Tempat Penyimpanan Bahan Bangunan

Jika anda tinggal di kampung yang jauh dari toko bahan bangunan, maka sebaiknya anda membuat gudang sementara untuk menyimpan material bahan bangunan yang anda beli. Ini akan lebih praktis untuk anda dibandingkan bolak balik toko yang jaraknya jauh.

Membeli Secara Bertahap

Sebaliknya jika rumah anda dekat dengan toko bahan bangunan, dan ada kendaraan untuk mengirim barang dengan cepat, maka sebaiknya anda membeli perlengkapan renovasi rumah anda secara bertahap. Anda bisa membeli material untuk kebutuhan 2 atau 3 hari saja, sehingga tidak memerlukan penyimpanan yang besar.

Pantau Cuaca

Tidak ada salahnya anda memantau cuaca untuk mengetahui bagaimana cuaca esok hari. Walaupun tidak 100% akurat, tapi pada umumnya ini cukup membantu. Anda bisa mengatur pengerjaan pengecatan untuk dilakukan pada hari-hari yang cerah.

Kawasan Rawan Banjir?

Anda juga harus memperhitungkan apakah kawasan rumah anda rawan banjir pada saat musim hujan. Jika kawasan rumah anda rawan banjir pada musim hujan, sedangkan fokus renovasi rumah yang akan anda lakukan adalah lantai dan dinding rumah, maka sebaiknya pertimbangkan untuk menggeser waktu renovasi rumah anda ke musim kemarau.

Sediakan Alat Pengaman

Jika pengerjaan rumah anda dilakukan untuk rumah bertingkat, maka sebaiknya anda menyediakan alat pengaman seperti penangkal petir. Jika anda tidak menyediakan ini, maka pastikan tidak ada pekerja yang masih bekerja di tempat tinggi saat langit mendung atau terdengar guntur untuk pertama kalinya.

Pilih Tukang Yang Berpengalaman

Jika anda mengenal tukang bangunan yang sudah sangat berpengalaman, maka sebaiknya anda menggunakan jasa tukang bangunan tersebut. Anda tidak perlu memusingkan banyak hal jika anda sudah menyewa tukang bangunan yang berpengalaman, karena mereka bisa menyesuaikan sendiri pekerjaannya dengan kondisi cuaca.

Jika anda saat ini tinggal di Makassar dan anda tidak mengenal tukang renovasi rumah yang berpengalaman…. Kami bisa merekomendasikan beberapa tukang renovasi rumah berpengalaman di Makassar untuk anda.

Sediakan Dana Cadangan

Pengerjaan renovasi di musim hujan memang cukup beresiko mengalami kendala. Sebaiknya anda memastikan punya dana cadangan jika kondisi yang tidak diinginkan terjadi. Jika dana pembangunan rumah atau renovasi rumah anda pas-pasan, maka sebaiknya anda tidak melakukan renovasi di musim hujan.

Kesimpulan

Hal paling penting untuk anda lakukan adalah menggunakan layanan jasa tukang bangunan yang berpengalaman. Ini akan membuat proses renovasi rumah anda berjalan lebih lancar. Pastikan anda selalu menyediakan dana cadangan, dan jangan memaksakan proses kerja terus berjalan jika kondisi benar-benar tidak memungkinkan. Anda bisa merusak kualitas akhir bangunan yang anda dapatkan, atau bahkan membahayakan keselamatan tukang bangunan.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *